Ketika pertama kali
masuk kelasnya, kami dibuat tidak berkutik, karena sepanjang beliau mengajar,
tidak ada kata-kata dalam bahasa Indonesia yang terucap. Beliau terus menerus
tanpa henti berceloteh Bahasa Inggris dan saya tahu bahwa itu adalah caranya
memperkenalkan teknik mengejarnya. But it's extremely bad for me..
Lambat laun saya semakin
tertarik dengan cara dia mengajar dan saat itu saya benar-benar jatuh cinta
dengan Bahasa Inggris. Dia menjadikan Bahasa Inggris ada di sekitar kami semua.
Kami terus dipaksa untuk berbicara, mengucapkan kosa kata, menulis, membaca. Tetapi
hal yang paling ditekankan olehnya adalah BERBICARA.
Beliau benar-benar tidak
suka apabila seorang muridnya tidak mengucapkan sepatah katapun dalam Bahasa
Inggris ketika Ia mengajar. Ada ledekan-ledekan yang sering membuat kami malu
ketika kami tidak aktif dalam kelasnya, dan itu membuat kami semua terpacu
untuk terus mengasah kemampuan Bahasa Inggris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar